Muhammadiyah Bisa Pingsan Berdiri!
Dialog dengan Prof. DR. HM Amien Rais, MA
Pesta demokrasi di Indonesia akan segera digelar tahun ini. Di tengah-tengah persiapan partai-partai politik menuju perhelatan akbar tahun ini, tidak sedikit para aktivis Muhammadiyah terjun ke dunia politik praktis. Banyak pengurus maupun anggota Muhammadiyah berebut mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) maupun Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Fenomena semacam ini sangat mengkhawatirkan, karena Muhammadiyah bisa diperalat untuk mencapai tujuan politik tertentu....
Menuju Nasionalisme 2009
Ditulis oleh Emha Ainun Nadjib
Banyak isyu tentang krisis pangan dunia 2009, iklim global, 'rencana' bencana-bencana nasional dst, tapi saya kira Indonesia akan mencapai kecermelangannya di tahun 2009.
Perkara hutang luar negeri sebenarnya cukup mandatkan pada Kongres Akuntan Nasional, minta mereka berdiskusi kemudian kasih rekomendasi yang menunjukkan betapa simpelnya sesungguhnya masalah itu untuk kita atasi kalau kita mau.
Masalah kepemimpinan, kita berlimpah-limpah calon Presiden dan Pemimpin Nasional. Tinggal ambil dari teritori mana, golongan apa, parpol, suku, Agama dan apapun saja yang sangat siap dengan kandidat-kandidat Presiden. Bahkanpun kaum Selebritis sangat siap memimpin Indonesia, terbukti dengan begitu banyak urusan yang dipercayakan kepada mereka.
Yang paling nyata adalah semakin tercapainya Persatuan Nasional menjelang 2009. Kita bangsa bersuku-suku, tapi cita-cita satu. Kita berbagai-bagai budaya, tapi gawang kehidupan satu. Kita punya banyak Agama, ragam nilai, pilihan-pilihan di segala sisi kehidupan, tapi obsesi kita satu.
Anak-anak kita boleh pilih masuk kuliah di Fakultas Kedokteran, Ekonomi, Tehnik, bahkan Tarbiyah dan Ushuludin: namun harapan hidupnya satu.....
Apa Kata Mereka
Ditulis Oleh : Budiarto Shambazy
16 September 2008
TAK sedikit pembaca bertanya apa yang terjadi pada “tahun politik” 2009? Sebagian bertanya karena ingin menghindari ngar-bingar Pemilu/Pilpres 2009 yang sami mawon dengan Pemilu 2004.
Mereka mendua: mengaku tak suka politik, tetapi diam-diam rajin menyimak berita politik. Sebagian lagi bertanya karena serius mau tahu masa depan bangsa yang sudah kelamaan susah .....
MEMETIK KUNCI SUKSES HM. JOS SOETOMO
GAYA bicaranya meledak-ledak. Sesekali diiringi tawa dan canda. Sangat terbuka kalau diajak ngobrol. Topiknya pun macam-macam. Mulai dari filsafat, kenegaraan hingga urusan perut. Itulah sekilas gambaran penampilan HM Jos Soetomo. Sang pengusaha papan atas itu, beberapa hari lalu bersedia menemui wartawan Tribun Kaltim di ruangan kerjanya, Bumi Senyiur --hotel bintang empat di Samarinda, Kalimantan Timur.
"Kita jadi konco ya... Mudah-mudahan pertemuan ini adalah hidayah," tuturnya.
Sebelumnya, Jos Soetomo mengaku ada pers asing yang telah mengirimkan surat permintaan untuk melakukan wawancara terhadap dirinya. "Saya kan mau diwawancarai bussines news. Dia mengirim surat melalui kedutaan besar Amerika. Lalu saya katakan, negara kami sedang diuji oleh Tuhan. Belum saatnya saya berbicara...," katanya....


